Kebun Rumput

PENGETAHUAN: Agar tidak ngarit rumput, satu ekor domba/kambing butuh 40m2 kebun rumput. Jika kamu ingin mengurus 1.000 ekor domba/kambing, maka luas kebun rumput yang perlu disiapkan adalah 1.000 x 40m2.

“Akan tiba masanya ketika harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

Selengkapnya simak ulasan dari sumber ini.

Simulasi Peternakan dengan Kebun Rumput
Posted on 30 October 2012 by iswara

Dengan simulasi, jumlah lahan yang diperlukan untuk 100 atau 105 domba dapat dihitung. Penghitungan ini dilakukan dengan dua asumsi. Asumsi pertama satu ekor domba memerlukan satu meter persegi rumput per hari. Asumsi kedua, rumput akan tumbuh dan dapat dipanen setelah berumur 40 hari. Bila seseorang mempunyai luas lahan kebun rumput 300 bata (300×14 = 4200 meter), maka 4200 dibagi 40 hari diperoleh 105 ekor domba.

Kebun Rumput

Gambar di atas mensimulasikan lahan yang terdiri atas 40m x 10m = 400m persegi. Lahan seluas 400m2 akan mampu memberi pakan sebanyak 10 domba. Oleh karena itu, lahan seluas 4000m2 akan mampu memberi pakan sebanyak 100 domba. Gambar di atas menunjukkan bahwa satu ekor domba memerlukan lahan sebanyak 40m2. Mengapa 40m2? Karena seekor domba mengkonsumsi 1m2 setiap hari. Hari berikutnya, ia harus pindah ke lahan lain sampai 40 hari agar lahan 1m2 yang pertama dapat tumbuh dan dipanen dalam 40 hari.

Sebuah rumah di kampung luasnya bisa saja 30 bata atau 420m2. Ukuran rumah ini adalah rumah “priyayi alias ningrat” karena rumah kalangan “biasa” cukup 10 bata saja. Oleh karena itu, seandainya lahan seluas 420m2 itu digunakan sebagai lahan kebun rumput, maka lahan itu akan mampu memberi pakan sebanyak 10 ekor domba.

Pakan domba ini mesti diperhitungkan dari berat domba. Pakan domba adalah 10% dari berat domba. Bila berat domba 50 kg (rata-rata), maka pakan per hari domba tersebut adalah 5 kg. Bila berat domba 100 kg, maka pakan nya adalah 10 kg per hari. Bila berat domba adalah 20 kg, maka pakan nya adalah 2 kg.

Laba

Laba dari 100 domba dari lahan 4200m2 (300 bata atau dengan kandang 400 bata) dapat dihitung. Bila modal dasar seekor domba adalah Rp 300.000,00, dan dalam satu tahun dijual Rp 1.300.000,00, maka laba seekor domba adalah 1.000.000,00. Bila dalam satu peternakan ada 100 domba, maka laba keseluruhan adalah 100 x Rp 1.000.000,00 atau Rp 100.000.000,00 setahun. Bila domba dibiakkan sendiri, maka keuntungan dapat lebih berlipat sekalipun waktu pemeliharaan relatif akan lebih lama dari satu tahun.

Pekerja

Pekerja di peternakan dapat diambil sampai empat orang. Peternakan seluas 4200 m2 yang ditanami rumput (jadi kebun rumput) dengan kandang kurang lebih 100 m2. Kebun rumput itu dapat tumpang sari dengan berbagai tanaman: jati, mangga, sirsak, nangka, pisang, durian dan / atau pohon bambu.

Penghitungan gaji pekerja dapat dibandingkan dengan laba yang diperoleh. Bila gaji seorang pekerja sesuai UMR adalah 750.000,00 per bulan, maka gaji per tahun adalah 7.500.000,00 + 1.400.000,00 = kurang lebih 9 juta. Bila ada 4 orang pekerja, maka gaji keseluruhan adalah 4 x 9 juta = 36 juta per tahun atau 2,8 juta per bulan. Dengan demikian, laba bersih, dipotong gaji pekerja adalah 100 juta – 36 juta = 64 juta per tahun. Jumlah 64 juta per tahun bila dibagi 12 bulan adalah 5,3 juta per bulan.

Jadwal Pekerja

Pekerja yang mengurus kebun rumput dan kandang dapat dijadwal. Mereka bekerja dengan pergeseran (shift) waktu kerja. Di sini diasumsikan pekerja menunggui kandang siang-malam demi keamanan kandang dari pencurian. Karena itu, kandang di peternakan harus mempunyai pos jaga yang dilengkapi dengan listrik, air, dan barang elektronik. Juga mesti ada perabotan: kursi, meja, tempat tidur, dapur, gudang. Sangat menarik jika kandang dikonversi sebagai lahan wisata. Lahan wisata ini berarti masyarakat sekitar dapat mengunjungi, belajar dari pola peternakan ini. Jika lahan wisata dipertimbangkan secara serius, maka perlu ada warung seperti warung bakso, susu, beef steak, tengkleng, atau olahan keju.

Sistem jadwal sebaiknya setiap hari ditunggui dua pekerja. Bila hanya seorang yang menunggu kandang, orang ini akan jenuh karena tidak ada teman ngobrol. Di samping itu, ada kemungkinan ada keperluan mendesak yang memungkinkan hanya seorang yang menunggu kandang sementara seorang lainnya memenuhi kebutuhannya yang mendesak itu. Keperluan mendesak contohnya urusan rumah tangga, desa, tamu, atau undangan.

Bila pekerja ada empat orang: Ara, Wardana, Aca, Pandi maka pengaturan jadwal adalah sebagai berikut.

Siang Malam

1. Senin Ara Wardana
2. Selasa Wardana Aca
3. Rabu Aca Pandi
4. Kamis Pandi Ara
5. Jumat Ara Wardana
6. Sabtu Wardana Aca
7. Minggu Aca Pandi
8. Senin Pandi Ara dan seterusnya

Sejumlah Modal Persiapan

Modal yang harus disiapkan di antaranya adalah lahan yang strategis. Lahan strategis ini adalah lahan yang dekat dengan sumber air (sungai atau irigasi) dengan begitu, kebun rumput tidak akan kekurangan air. Bila kebun rumput kekurangan air, maka rumput tidak akan tumbuh dengan baik.

Lahan yang strategis ini cukup 400 bata untuk 100 ekor domba. Dengan perhitungan yang sama, lahan dapat kurang atau lebih dari 400 bata. Jangan terlalu rakus! Manusia sudah punya satu lahan ingin punya lahan lain…. Manusia sudah punya satu gunung ingin punya dua gunung…. Biarkan lahan untuk manusia lain dengan usaha lain.

Lahan sebanyak 400 bata bila dinilai strategis akan berharga 400rb per bata. Dengan begitu, modal lahan adalah 160 juta. Tentu saja lahan ini tidak di tengah kota, melainkan di kampung yang memungkinkan limbah kotoran domba tidak mengganggu warga. Bila lahan dipertimbangkan kurang strategis (kurang ada air atau jauh dari air) maka lahan biasanya murah, bisa hanya 50rb–100rb per bata. Dengan begitu harga modal lahan yang kurang strategis seluas 400 bata bisa saja sekitar Rp 40 juta.

Modal Kandang

Sebelum mimpi dilaksanakan, terlebih dahulu harus dihitung modal kandang. Modal kandang kurang lebih 10 juta untuk baja stainless, genteng fiber, papan dan bambu.

Luas kandang adalah 1,5m2 per satu ekor domba dengan begitu, bila ada 100 domba, maka luas kandang adalah 150m2 (10,7 bata).

Tahun-tahun Awal

Untuk tahun pertama, pekerja bisa hanya dua orang. Hal ini untuk menghemat pengeluaran karena keuntungan baru diperoleh tahun depan (saat hari raya Kurban, Rayagung). Oleh karena itu, jadwal pegawai untuk dua orang adalah sebagai berikut.

Siang Malam

1. Senin Ara Dana
2. Selasa Dana Ara
3. Rabu Ara Dana
4. Kamis Dana Ara
5. Jumat Ara Dana
6. Sabtu Dana Ara
7. Minggu Ara Dana
8. Senin Dana Ara dan seterusnya

Dengan dua orang pekerja di tahun awal, gaji pekerja pun “hanya” setengahnya yaitu 1,4 juta per bulan. Setelah panen di hari raya Kurban (Rayagung), pekerja dapat ditambah dengan seleksi yang ketat (disiplin).

Indisipliner

Tindakan indisipliner dapat dilakukan pekerja. Tindakan indisipliner dapat mengakibatkan resiko fatal bagi usaha. Bahkan usaha bisa bangkrut. Tindakan indisipliner itu di antaranya mangkir masuk. Bahkan yang fatal adalah pencurian atau menukar domba dengan domba yang lebih kecil. Pekerja dapat menjual domba yang besar dan menukarnya dengan domba yang lebih kecil. Dengan begitu dia dapat surplus atau keuntungan dari selisih harga jualnya. Untuk mencegahnya dapat dilakukan dokumentasi seperti foto dari domba. Bayangkan foto 100 domba dalam bentuk digital, diprint dan ditempel di kandang atau disimpan di kantor. Indisipliner yang berbahaya dapat dikenakan sanksi dari mulai teguran sampai pemecatan untuk sanksi terberat. Untuk mencegah pencurian, penukaran atau penjualan, kandang dapat dikunci dengan gembok. Dengan begitu, domba dapat dikeluarkan hanya bila ada pemilik saja.

Pagar Peternakan

Peternakan atau kebun jukut dapat dipagar dengan patok beton dan pagar bambu. Pagar bambu harus dibuat bila domba diperbolehkan untuk dikeluarkan untuk berjalan-jalan di areal peternakan. Bila kebun rumput tidak dipagar, ada kemungkinan domba keluar dari areal peternakan dan merusak sawah, kebun, atau tanaman orang lain. Oleh karena itu, di areal peternakan harus ada pohon bambu untuk membuat pagar bambu.

Hal-hal Lain

Hal lainnya yang dapat dibahas di antaranya modal bibit rumput, modal pompa (toren), pengembangan SMK dan pengembangan desa wisata peternakan.

ARTIKEL TAMBAHAN :

Kami juga mendapatkan informasi bermanfaat dari sumber ini tentang Pembuatan Kebun Rumput.

Berikut Ulasannya:

Pembuatan Kebun Rumput

Peranan Hijauan Makanan Ternak

Hijaun makanan ternak (HMT) meliputi rumput, leguminosa, herba, semak dan pohon yang asli di suatu daerah serta spesies lain.

Ternak ruminansia membutuhkan bahan kering pakan sekitar 2 – 3 % dari berat badan setiap hari atau setara dengan hijauan segar 10 – 15 % dari BB.

Misalnya : Sapi dengan berat 300 Kg . . . .BK / Hj. Segar

Sifat-sifat HMT yang penting bagi produksi ternak :

  • Daya cerna bervariasi menurut bagian tanaman, bagian daun lebih tinggi daya cernanya daripada batang.
  • Nilai gizi bervariasi menurut umur tanaman
  • Palatabilitas bervariasi menurut spesies dan bagian tanaman

I. Pengelolaan HMT

Tata laksana budidaya HMT meliputi :

  • Pengolahan Tanah
  • Pemupukan
  • Perawatan Tanaman

Pemanenan

Sebelum melakukan penanaman, kita perlu mengetahui masing-masing jenis tanaman yang cocok dengan kondisi lahan dan lingkungan.

1. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah meliputi suatu perlakuan mekanis terhadap sebidang tanah dengan tujuan menciptakan sifat fisik tanah yang baik bagi kehidupan dan pertumbuhan tanaman.

Tahapan pengolahan tanah meliputi :

a. Pembersihan (Land Cleaning). Tujuannya untuk membersihkan areal yang bersangkutan dari pohon-pohon semak belukar atau alang-alang.

b. Pembajakan bertujuan untuk memecah lapisan tanah menjadi bongkah – bongkah agar mempermudah pembongkaran membersihkan areal yang bersangkutan dari pohon-pohon semak belukar atau alang-alang. Dibiarkan beberapa hari sehingga aktivitas MO dapat berjalan dengan cepat. Pembajakan untuk rumput Alang-alang dilakukan 2 – 3 kali selang waktu 2 – 3 minggu.

c. Penggaruan bertujuan untuk menghancurkan bongkahan2 tanah bekas alang-alang. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan menjelang akhir musim hujan dengan harapan pada akhir musim hujan HMT dapat ditanam.

2. Penanaman

Dalam melakukan penanaman maka yang harus diperhatikan adalah :

a. Cara Penanaman

Ada 2 cara penanaman HMT yang sering dilakukan :

  • Disebarkan. Terutama untuk daerah yang luas, untuk biji yang kecil sebelum disebarkan dicampur dengan pasir / tanah dan pupuk.
  • Dibenamkan dalam lirikan

b. Bahan Penanaman

Yang sering digunakan dalam penanaman HMT yaitu biji, stek, atau sobekan rumpun. Untuk jenis yang membentuk stolon atau rizoma penanaman dilakukan stolon atau rizoma.

3. Jarak Tanam

Jarak tanam tergantung pada jenis tanaman yang ditanam dan tujuan penanaman. Jika ditanam untuk padang penggembalaan tentu diperlukan jarak tanam yang lebih dekat.

Untuk jenis-jenis hijauan yang tumbuh tegak dan berumpun, jarak tanam yang dapat digunakan adalah 60- 90 cm x 45 – 60 atau 100 x l00 cm, sedangkan untuk jenis yang membentuk stolon atau rhizoma maka jarak tanam yang dapat digunakan 90 x 60 cm, 90 x 100 cm atau 100 x 100 cm. Begitu pula pada daerah-daerah datar jarak tanam dapat digunakan adalah 100 x 100 cm.

Pada daerah-daerah miring jarak tanam yang digunakan lebih rapat dalam barisan seperti 100 x 50 cm, 125 x 75 cm, 125 x 50 cm dengan tujuan akan dapat mengatasi erosi tanah yang diakibatkan oleh air hujan. Dari hasil kegiatan yang dilakukan penanaman secara larikan dengan jarak tanam 100 x 50 cm.

Sebelum penanaman dibuat lobang tanam 25 x 25 x 25 cm dilakukan pemupukan awal dengan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah. Dalam melaksanakan penanaman harus hati-hati jangan sampai tunas yang patah dan rusak, serta penanaman mata yang terbalik.

4. Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk pemberian zat-zat makanan pada tanaman lewat tanah agar memperoleh produksi hijauan yang tinggi dan kontinyu.

a. Cara Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan dengan berbagai cara :

  • Disebarkan rata dipermukaan tanah
  • Ditanam dalam baris-baris, ditimbun tanah sedikit
  • Ditanam dalam lubang-lubang sekitar rumput ditanam

Jenis dan Jumlah Pupuk :

  • Rumput-rumputan — Pupuk Nitrogen (urea, ZA)
  • Leguminosa — Pupuk Posfor (TSP)
  • TSP dan ZA — 100 kg/ha/thn (Dilakukan pada saat penggaruan tanah)
  • Urea — 200 kg/ha/thn (Dilakukan pada tanaman berumur 2 mgg) – Dapat diberikan pupuk kandang dengan jumlah 20 – 30 ton/ha/thn

5. Perawatan tanaman

Perawatan tanaman yang utama yaitu membersihkan tanaman dari gulma dan penggemburan tanah.

6. Panen

Saat tepat untuk pemanenan HMT adal sebelum tanam itu berbunga. Beberapa penelitian menunjukan bahwa waktu panen yang baik pada umur 40 hari dengan tinggi pemotongan 5 – 10 Cm.