Orang Yang Menutupi Kejahatannya, Akhirnya Akan Terbongkar Juga

Jika di pribahasa kan: Sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, pada akhirnya bau busuk nya akan ter cium juga. Itu adalah pribahasa bijak, dimana semua orang dan semua kalangan pasti sudah memahami nya, termasuk saya dan anda. Sehingga dalam bertindak dan ber akhlaq setiap hari, hendaknya kita senantiasa sesuai dengan tuntunan agama kita. Ketika suatu kejahatan terjadi, bisa saja si pelaku menutup-nutupi dengan segala cara dan kemampuan serta kekuasaannya, tetapi harap difahami bahwa ketika suatu kejahatan tidak mampu terdeteksi oleh pengadilan yang ada di dunia ini yaitu pengadilan ciptaan manusia, maka sesungguhnya Alloh SWT telah menyiapkan Pengadilan yang ke dua, yaitu Pengadilan di Akhirat. Di Pengadilan Akhirat, Pengadilan Alloh SWT tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyembunyikan kebohongannya, ketika mulut mereka berkata bohong, maka tangan, kaki, mata, dan anggota tubuh lainnya akan angkat bicara menjadi saksi dan menceritakan hal yang sebenarnya. Tidaklah kita takut dengan macam itu? dimana hanya ada satu penyelamat dari bagaimana agar selamat dunia dan akhirat, yaitu perbanyak ibadah kepada Alloh SWT (bagi orang islam).

Mumpung kita masih hidup di dunia yang sementara ini (hanya sekitar 60-80 thn usia rata-rata manusia Akhir zaman ini), maka mari perbanyak amal baik, bukan amal jahat. Jika yang dulunya kita gemar menipu orang lain, sekarang mari berhenti demikian. Jika yang dulunya kita suka mencelakakan orang lain, berhentilh dari sifat yang bisa menghantarkan kita ke Neraka tersebut. Jika dulu kita sering mem fitnah orang lain, mulai sekarang mari stop, karena bahkan fitnah itu lebih besar dosa nya daripada pembunuhan. Hidup akan terasa damai ketika kita menyebarkan aura positif ke lingkungan kita, orang lain di sekitar kita pun akan merasakan kesejukan ketika dekat dengan kita. Beda lagi hal nya dengan orang yang pemarah, sudah pasti orang tersebut aura nya negatif, dan yang muncul tentunya sifat-sifat negatif, Marah-marah, mudah tersinggung, gelisah, merasa diri paling benar, dan menyepelekan kemampuan orang lain. Maka jauhkanlah sifat-sifat jelek tersebut, karena tidak ada untungnya untuk kita, yang ada malah kita jadi tambah banyak musuh dan tambah banyak orang yang benci kepada kita (walau tidak secara langsung), dan pastinya di akhirat akan kena Adzab Alloh SWT untuk mereka yang penuh dengan kebencian dan sifat-sifat negatif di dunia ini.

Sebaliknya, memilih untuk menjadi pribadi yang menyebarkan aura positif, murah tersenyum, suka menolong, pemaaf dan tidak mudah marah adalah bisa dijadikan tolak ukur atau gambaran pribadi seseorang tersebut, yang demikian itu biasanya orangnya bijaksana, sabar dan yang pasti tidak gampang marah. Manusia seperti itulah yang banyak di cari banyak orang untuk dijadikan panutan atau pimpinan di lingkungannya, karena saya yakin bagaimanapun Anda, pasti mendambakan pimpinan yang bijaksana dan lemah lembut seperti yang disebutkan tadi. Dengan begitu kondisi menjadi tenang, tentram, tidak mudah tegang, dan pastinya menjadi tenang ketika melakukan ibadah. Tentunya akan tidak mudah mendapatkan figur seperti itu, berwibawa, bijaksana, sopan santun nya terjaga, tidak mudah emosi dan tidak mudah marah. Tetapi kita bisa berdo’a kepada Alloh SWT semoga mendapatkan yang demikian.

Akhirnya, selamat introspeksi diri kita masing-masing sebelum di kritik oleh orang lain. Semoga langkah ke arah sana menjadi mudah ya gan. Amin.

Sumber Ilutrasi gambar, dari: Jujur Itu Hebat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*