Tips Menghemat Biaya Berobat ketika Sakit

Tak ada yang tak pernah sakit, bahkan seorang dokter pun tentunya suatu saat ada saja terserang sakit. Nah, bagi kita orang awam dan masyarakat ekonomis, ini ada tips khusus untuk bagaimana Menghemat Biaya Berobat ketika kita Sakit, kebetulan sakitnya persis mirip dengan sakit beberapa waktu lalu kita mislanya. Begini tips nya gan: Ketika kita sakit, maka kita pun berkunjung ke dokter dan disana kita menerangkan keluhan-keluhan kita. Lalu dokter mencatatnya, ada pula dokter yang memeriksa kondisi fisik kita. Singkat cerita dokter akan memberikan resep obat kepada kita untuk mengambil obat-obat ke apotik yang sesuai dengan keluhan-keluhan yang kita sebutkan tadi. Nah, kita tinggal langsung menuju apotik untuk menebus obat nya, kita pun pulang dari Rumah Sakit.

Terus bagaimana hubungannya dengan bisa nya Menghemat Biaya Berobat ketika Sakit? Tenang dulu gan, belum selesai ceritanya. Selanjutnya kita meminum obat-obat yang dari resep dokter itu sebagaimana anjuran minum obat yang diberikan dokter. Dalam beberapa hari kemudian, Kita pun menjadi sehat dan dapat ber aktifitas lagi sebagaimana mestinya. Lalu dimanakah letak menghemat biaya nya? Tenang gan, belum tamat ceritanya. Nah, si obat-obat yang dari dokter itu bungkusnya jangan di buang, atau kalau obatnya yang tak memiliki bungkus / tidak ada merk nya, maka jangan di habiskan si obat yang ngak ber merek tersebut, Anda simpan di tempat yang aman. Nah, ketika anda terserang sakit yang serupa di kemudian hari, anda bisa pergunakan itu bekas bungkus obat-obat untuk membeli obat baru ke apotik tanpa harus ke dokter.

Jadi, lumayan itu gan, bisa menghemat biaya pemeriksaan dokter. Jadi kita tinggal beli obat nya saja langsung di apotik. Tapi kalau anda kurang puas dan kurang yakin atau anda merasa ketakutan gimana-gimana, maka jangan lakukan cara potong kompas ini ya, anda tinggal ke dokter lagi dan minta di diagnosa lagi sama dokter, walaupun ujung-ujungnya dikasih resep obat yang sama dengan obat-obat yang dulu pernah diberikan ke kita karena keluhan sakitnya sama. Coba agan pikir, lebih hemat mana? tentunya semua berpulang pada kehendak agan, kalau berani dan siap ambil resiko sendiri, maka bisa di terapkan sistem potong kompas tersebut yaitu membeli langsung obat-obat yang sesuai dengan resep sang dokter dulu.

Apakah cara ini sudah berhasil? Tentu saja, saya dan keluarga saya suka melakukan hal ini yaitu langsung membeli obat-obat ke apotik sesuai bekas obat resep dokter dulu. Sekali lagi, keputusan ada di tangan anda. Saya cuma ngasih informasi, dan saya tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan anda setelah melakukan tips dari saya ini, tapi yang jelas cara ini sudah saya dan keluarga saya buktikan dan aman-aman saja. itu saja gan. Silahkan di pilih dan di renungkan. Tapi kalau sekalian mau bagi-bagi rezeki ke dokter, tentunya Anda silahkan berkunjung ke dokter. Silaturahmi juga khan kepada dokter. Jadi tidak ada yang salah dalam hal ini, berkunjung ke dokter (OK), beli obat sesuai resep dokter dari resep obat terdahulu, juga (OK).

Tips: Untuk menghemat harga obat, Kalau bisa beli obat nya yang dari Apotik yang ada du Luar Area Rumah Sakit ya gan, maksudnya Apotik nya mandiri, tidak gabung dengan klinik. Pengalaman saya, beli obat dari Apotik yang mandiri (tanpa ada klinik) atau yang jauh dari Rumah sakit, harga obat nya suka murah, beda dengan harga obat yang ada di dekat Rumah Sakit, apalagi Rumah Sakit nya wah, biasa nya sedikit mahal (padahal obat nya sama). Biasanya begitu gan. Kalau tidak percaya, agan bisa melakukan penelitian dengan membeli obat yang sama, di apotik mandiri (ada di pusat keramaian umum) sama obat dari apotik dekat rumah sakit. Coba deh bandingkan. Itu sih pengalaman saya saja gan, tentunya akan beda dengan pengalaman orang lain. OK.

Sumber ilustrasi gambar, dari: Berbagai Jenis Obat Maag Berdasarkan Fungsinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*